Happy Aniversary Tribun Timur (Refleksi Milad HUT Tribun Timur ke-14)




Setahun yang lalu saya pernah menulis opini dengan judul “Ketika Aku Jatuh Cinta Pada Tribun Timur,” bersamaan dengan momentum aniversary Tribun Timur. Dan tidak terasa hari kelahiran koran dengan tagline “Spirit Baru Makassar” itu terulang lagi bulan ini (9 Februari 2018), dalam usianya yang ke-14.

Mengawali tulisan ini saya kembali ingin mengucapkan terima kasih kepada Tribun Timur yang tiada tara dan setulus-tulusnya. Saya bukan siapa-siapa andai bukan karena Tribun Timur yang sering memuat beberapa opini saya. Orang banyak mengenal saya, semuanya karena Tribun Timur.

Sebagai penulis yang tidak bergelar doktor dan berpredikat profesor, serta latar belakang nama yang “besar,” sedianya banyak penulis yang jarang dimuat opininya di sebuah koran dengan nama “besar” pula. Namun itu tidak berlaku bagi Tribun Timur, siapapun anda kalau memiliki gagasan yang aktual, yakin saja Tribun Timur pasti akan mempertimbangkan untuk memuatnya.

Semuanya berdasarkan pengalaman pribadi saya, dimulai tahun 2012 hingga saat ini dengan rutin mengirim opini ke Tribun Timur, sudah puluhan artikel saya selalu mengisi kolom Tribun Opini. Dan lagi-lagi saya bukan siapa-siapa untuk Tribun Timur. Tribun Timur bukan hanya berimbang dalam pemberitaan, tetapi berimbang pula dalam pemuatan opini para penulisnya.

Di Tribun Timur, kita bisa menemukan nama-nama dari penulis beken dan senior seperti Aswar Hasan, Kasim Mathar, Dahlan Abu Bakar, Supa At’hana (Supratman), Ilham Kadir, Rahmad Arsyad dan Abdul Karim. Kemudian dimbangi dengan penulis muda pula, diantaranya: Fadlan L Nasurung, Arifuddin Balla, dan Syamsul Arif Ghalib. 

Tribun Timur adalah Koran yang membakar spirit anak-anak muda, membakar spirit “penulis pendatang baru” untuk tidak malu menampilkan “karyanya.” Tiap tahun, ada banyak anak-anak muda yang diakomodasi oleh Tribun Timur. Selalu memunculkan wajah-wajah penulis baru, entah dari mahasiswa/i di sebuah perguruan tinggi, entah dari beberapa forum-forum penulis Makassar.

Geliat perkembangan Tribun Timur setiap tahunnya banyak memunculkan inovasi. Laman portal Tribun Timur online kini berada di garda terdepan memanjakan para pembacanya. Mulai dari berita lokal hingga berita nasional kita bisa dapatkan 24 jam dengan edisi pemberitaan aktual. Hampir tiap menit ada postingan terbarunya.

Saya memiliki keyakinan bahwa Tribun Timur tidak akan mengalami senjakala sebagaimana yang melanda beberapa koran lainnya, tutup usia, dan memohon pamit dari para pembacanya. Tribun Timur mampu berpacu mengikuti perkembangan tekhnologi guna menghadirkan berita yang diburuh oleh setiap pembaca.

Boleh saja orang beralibi bahwa penjualan koran cetak saat ini sudah mulai menurun. Mungkin bisa berimbas pada omzet dan keuntungan sebuah percetakan Koran. Namun itu tidak berlaku dalam kamus “Tribun Timur,” dengan harga koran cetaknya yang murah, kita masih bisa menemukan beberapa orang yang langganan dengan Koran Tribun Timur. Bahkan dengan bergesernya beberapa orang ke media online, Tribun Timur sama sekali tidak menunjukan kemunduran. 

Tengoklah gedung megah yang dimiliki Tribun Timur adalah salah satu jawaban catur kesuksesannya. Setiap pegawai Tribun Timur makin dimanjakan dengan ruangan ber-AC-, tamu dijemput penuh dengan kehormatan. Sesekali di gedung megah ini menjadi ruang diskusi pula bagi para akademisi yang tergabung dalam forum dosen Tribun Timur.

Apa yang tidak ada di Tribun Timur? Sulit untuk menjawab kekurangannya. Sebab Tribun Timur sudah menyiapkan semuanya. Ada tribun nasional, ada tribun bisnis, ada tribun iklan, ada tribun melenial, ada tribun kampus, ada tribun Pilkada, ada Super Ball, ada Tribun Opini, Tribun Jual Beli, dan Tribun PSM. 

Satu kekaguman saya untuk Tribun Timur sebagai Koran lokal terbesar di Indonesia Timur, ia mampu menunjukan netralitasnya dari perhelatan gelombang ketiga Pilkada Serentak 2017. Satu-persatu calon kepala daerah diberikan tempat khusus pemberitaan. Baik Pilwakot Makassar maupun Pilgub Sul-Sel, setiap calon memiliki kolom tersendiri. 

Media ini telah berada di garda terdepan dalam memberikan pendidikan politik, bukan hanya kepada calon, tetapi juga untuk pemilih. Setiap pemilih lagi-lagi sangat dimanjakan untuk menjajaki setiap calon kepala daerah yang berlaga dalam kontes pemilihan nanti.

Tribun Timur tidak butuh perintah, tidak butuh undang-undang untuk menjadi media yang menjalankan fungsi pendidikan politik. Melalui Tribun Pilkada dan Portal Tribun Makassar online, Koran ini telah melakukan sosialisasi secara masif kepada setiap penduduk wajib pilih. Bukan hanya mengingatkan hari “H” Pilkada, tetapi lebih dari itu telah bertindak sebagai komunikator ulung dalam menampilkan rekam jejak setiap calon kepala daerah.

Khusus dari saya, izinkan saya mengucapkan banyak terima kasih kepadamu, duhai Tribun Timur di hari ulang tahunmu yang ke-14 ini. Tanpa Tribun Timur saya tidak tahu kemana harus menumpahkan segala gagasan “hukum” yang saya tekuni selama ini. Tanpa Tribun Timur saya tidak tahu kemana saya harus menumpahkan unek-unek saya. Tribun Timur merupakan satu-satunya koran di Makassar yang sering memuat tulisan saya.

Saya selalu diperlakukan dengan hormat saat meminta honor tulisan. Tribun Timur selalu tahu hak-hak dari penulisnya. Melalui tulisan ini, saya juga menyelipkan rasa dan hatur terima kasih saya kepada “kasir” Tribun Timur yang tidak pernah marah, jika setiap akhir tahun menanyakan honor tulisan saya.

Di saat beberapa Koran yang sudah merasa besar, kini sudah mengkapitalisasi laman E-Paper-nya. Tribun Timur sama sekali tidak melakukannya. E-Paper Tribun Timur bisa diakses oleh siapa saja secara gratis. Saya yang kadang tidak mampu membeli koran cetak Tribun Timur, baik karena kekurangan saldo maupun karena koran cetaknya cepat habis terjual, berkat E-Paper Tribun Timur bisa mengecek tulisan saya yang dimuatnya.

Tribun Timur tidak meluluh memuat opini tentang kesehatan, tentang pangan, tentang impor beras, tentang polemik profesor, tentang politik, tentang hukum. Semua tema mendapatkan tempat berdasarkan hangat dan aktualnya pelbagai peristiwa.

Tribun Timur jayalah dikau selalu. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan ridhonya kepadamu. Bendera “Tribun” akan terus berkibar dari “Timur” dalam slogan “Spirit Baru Makassar.” Happy Aniversary Tribun Timur Ke-14. (Dmg)


Oleh: Damang Averroes Al-Khawarizmi

Penulis & Owner negarahukum.com




Responses

3 Respones to "Happy Aniversary Tribun Timur (Refleksi Milad HUT Tribun Timur ke-14)"

Tarsisius Meli mengatakan...

SELALU DATANG SAAT KITA SEDANG
ADA DALAM KECEMASAN DAN HARAPAN

Pikiran adalah tujuhan hidup akan datang yang namanya pikiran, faktor yang dapat menyebabkan manusia akan muncul seribu pikiran tentang harapan hidup-nya ada manusia yang akan berpikir sempit/atau pendek; ada juga manusia yang berpikir panjang:
Contohnya pikiran yang sempit dalam piskologisnya saya harus putus asa dan tak mau berlangkah untuk menatap mata jahu kesana sebab langit biru cukup tinggi diatas angkasa berkilometer 1.150 mil, kebawah bumi artinya dia akan putus assa karena tak ada inspirasi dorongan dari kekuatan cerita yang bermakna untuk di berikan pada dia yang lagi dalam kesulitan berpikir.
Pikiran yang panjang akan berpikir secara idologisnya dengan cara yang tepat untuk berubah dunia baru dalam kehidupan-nya sekali tertimpah kesulitan akan tetap melangkah dan menatap terus ke depan demi melihat langit angkasa yang jahu walu diatas nya seribuh mil, demi mencapainya tujuhan hidup dan untuk meninggalkan dunia gelap dari penderitan mencapai cahaya terang.
Dua faktor ini tak akan pernah terlepas dari kehidupan manusia,manusia akan tetap memegang dua hal ini dalam kehidupannya dia sehari-hari.
Penderitahan Dalam Kehidupan
Penderitahan adalah tanggung jawab dan tugas kita sebagai manusia piskologis dalam kehidupan,karena hidup manusia berasal datangnya dari kekurangan Imajinasi.
Imajinasi adalah sebuah hal yang paling penting dalam hidup manusia akan menjadi kamu punya waktu sepanjang seumur hidup. Sebab sedidkt orang yang mengunakan dengan bijak. Dengan imajinasi, semua penderitahan hidup itu akan berubah,lebih menyenangkan dan indah pada waktunya.
Jangan berpikir karena menderita yang datang dalam jiwamu hingga pikiranmu, mengunakan dengan bijak,dengan bijak kamu akan tahu tentang keindahannya dalam hidup anda.


Saya pasti melawanmu apapuan tantangan-nya
terkecuali godaan yang tidak wajar.

Godaan adalah kehidupan yang tidak berbicara nilai-nilai keburukan apabila kita lewati dari godaan yang terlarang sebab akan kita jatu ke dalam jurang. Berbicara hal yang buruk, mereka adalah bagian dari jati diri manusia. Tidak akan lawan denga kata lidah apapun. Maka terimahlah penuh dengan cinta carilah isi kata bijak dari mereka.


Hidup manusia sangatlah jauh lebih penting dari hal, jika kita bicara dengan serius demi kehidupan kita dalam waktu yang berjalan terus ini untuk menghinjak ke masa yang mudah dan masa tua kita.

Latihan menulis MELLY (T.M.J)


9 Oktober 2018 20.52
Tarsisius Meli mengatakan...

maaf jika tulisan ini saya tidak menenderkan foto hbs saya bingun dgn cara masukan foto.


9 Oktober 2018 20.54
Tarsisius Meli mengatakan...

saya ini butuh penjelasan pak tulisan atau berita apa-apa yang harus terkirim di media ini.


9 Oktober 2018 21.02

Posting Komentar

Return to top of page Copyright © 2011 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors