Tribun Timur di Pusaran Konstitusi (Refleksi Milad HUT Tribun Timur ke-14)



Sebongkah memori itu kembali berkisah dan begelayut 14 tahun silam. 9 April 2003 dalam temaran reformasi, masih hangat di jantung para jurnalis yang memegang tampuk idealismenya. Tribun timur menetas dari awak media nasional, suatu harian yang sudah cukup melegenda, yaitu harian kompas dengan tagline hati nurani rakyat.

Sadar akan kelahirannya di episentrum daerah yang masih dipandang sebelah mata. Koran yang digagas oleh Thamzil Thahir dkk, menubuatkan tekstur konstitusi dalam pengejawantahan kemerdekaan berserikat, satu untuk semua. Lain dari pada yang lain, nomenkalatur yang digunakan sebagai “spesies” koran lokal bukan dengan sebutan “Tribun Makassar,” tetapi tribun timur.

Mengapa tribun timur? Ini soal kebersamaan, cita rasa kolektivitas yang menjadi cita-cita dasarnya. Tribun timur bukan hanya untuk kota Ujung Pandang (sekarang Makassar), bukan hanya untuk Provinsi Sulawesi Selatan. Namun semuanya mencakup provinsi di daerah timur (Sul-Tengah, Sul-Utara, Sul-Tenggara, Sul-Barat). Dari timur akan terus mendendangkan suara-suara “kemajemukan” rakyat Indonesia.

Satu dari sekian banyak berita yang diwartakan Tribun Timur menjadi bukti empirik kalau media yang lahir pasca reformasi ini sudah banyak “makan garam” dan tenggelam dalam pusaran konstitusi. Adalah hak dan kebebasan setiap orang untuk berekspresi dan menyatakan pendapat, tribun timur selalu berada di garda terdepan.

Kisah pilu seorang anak yang berani melakukan otokritik kepada penguasa seperti Fadli Rahim, oleh tribun timur secara massif mengekspos pemberitaan tentang itu. Juntrungnya, meski Fadli Rahim harus divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa (Gowa), ada sebuah titik kompromi majelis hakim. Fadli Rahim divonis dengan pidana penjara berdasarkan akumulasi masa penahanan yang telah ia jalani. Fadli Rahim tidak perlu lagi menjalani masa-masa pemidanaan di lembaga pemasyarakatan pada waktu itu.

Saat hukum menjadi pragmatis dan otoritarian. Saat penguasa menggunakan kekuatannya. Media sekelas tribun timur menjadi institusi penekan terhadap kejamnya hukum dan kekuasaan kepada orang yang tak berdaya.

Bukan hanya itu eksistensi tribun timur yang menjadi dasar untuk ditempatkan sebagai media yang konstuktif dan konstitutif. Tribun timur merupakan media yang prediktibel dalam memproteksi tunas muda anak bangsa dari serangan narkotika. Tribun timur tidak pernah alpa memotret penyalahgunaan narkotika yang didalangi oleh beberapa bandar besar di kota Makassar.

Berbagai kasus korupsi tanah air, dari kota hingga tingkat kabupaten juga tak luput dari eskalasi pemberitaan tribun timur. Kerja-kerja keras demikian patut diacungi dua jempol, terutama bagi wartawannya yang terus begerilya dalam memburu tiap proses penegakan hukum, dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga vonis inkra pengadilan.

Mereka yang tidak diberikan hak untuk mengakses informasi dan pelayanan publik di beberapa sentrum kekuasaan menjadi terpuaskan dahaga dan rasa laparnya. Selain transpransi dan akuntabilitas penegakan hukum dapat didapatkan melalui pemberitaan media cetak tribun timur. Kini dengan mudahnya pula mengakses berbagai kasus penegakan hukum aktual melalui portal: makassar.tribunnews.com.

Jika setiap orang sebelumnya tidak mau peduli dengan banalitas korupsi ini. Maka dengan hadirnya tribun timur, kemudian orang pada turut perihatin dengan berbagai aksi pemalakan harta rakyat di setiap institusi pemerintahan. Pilihan tribun timur dalam upaya penegakan hukum bukan dengan jalan klasik sebagaimana ungkapan Feurbach, hukum bertujuan untuk menakut-nakuti. Lebih dari pada itu semua, fungsi pencegahan kejahatan korupsi yang menjadi kewenangan komisi anti rasuah telah dijalankan oleh tribun timur dalam bentuk pendidikan anti korupsi secara dini.

Pilkada dan Pemilu

Salah satu amanat konstitusi pasca reformasi adalah kembalikan kedaulatan rakyat. Tak perlu dinyana lagi media lokal setaraf tribun timur selalu berinovasi demi pemenuhan hak konstitusional yang demikian itu.

Sejak pertama kalinya Pilpres dan Pileg secara langsung digelar pada 2004 silam, tribun timur sudah turut mewarnai sejarah pemilihan dari awal hingga akhir. Tak lupa, selalu dilibatkan pula akademisi tanah air dalam memberikan sumbangsi pemikirannya di laman tribun timur mengenai sengkarut dan perkara pemilu dalam proses transisinya.

Tahun 2005 juga sejak pertama kalinya dihelat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara demokratis (langsung). Tribun timur tidak pernah menunjukan keberpihakannya kepada satu pasangan calon saja. Semua kepentingan para pemangku diakomodasi dalam rangka menjembatani fungsi pendidikan politik bagi rakyat pemilih.

Sudah dua hajatan gelombang pilkada serentak berlalu. Ada banyak peristiwa Pilkada 2015 dan Pilkada 2017 sudah didokumentasikan dalam media cetak dan media online tribun timur. Sejarah tidak akan pernah kabur dan hilang dari memori kolektif publik sepanjang media tanah air tidak pernah menarik diri dan pamit dari para pembacanya. Itulah tribun timur yang mampu bertahan dalam berbagai piranti dan kemajuan tekhnologi.

Makin hari tribun timur semakin jaya pula. Kesungguhannya untuk menjalankan fungsi netralitas media benar-benar terwujudkan hingga hari ini. Tidak ada pemihakan terhadap satu elit politik saja. Simaklah kolom Tribun Pilkada yang selalu disajikannya. Ada kolom pemberitaan khusus untuk setiap pasangan calon kepala daerah. Lagi-lagi pekerjaan demikian sebagai wujud tribun timur dalam menjembatani setiap calon pemilih untuk Pilkada 2018 mendatang. Pemilih memiliki hak untuk mengetahui seluruh jejak rekam para calon, sebelum hajatan hari “H” dimulai.

Etape sejarah kolektifitas bangsa akan terus bergerak ke depan. Hajatan pemilihan umum (Pemilu) secara kumulatif melalui keserempakan Pileg dan Pilpres, makin hari suhu perpolitikannya makin memanas. Kita tentunya menaruh harapan agar tribun timur terus tenggelam dalam pusaran konstitusi pemilu. Dari timur spirit konstitusi akan terus bergelora. Tribun Timur jayalah dikau selalu.

Happy Anniversary Tribun Timur Ke-14. 


Oleh: Damang, S.H., M.H.

Penulis








Responses

0 Respones to "Tribun Timur di Pusaran Konstitusi (Refleksi Milad HUT Tribun Timur ke-14)"

Posting Komentar

Return to top of page Copyright © 2011 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors