Psikologi Perkembangan Anak



Theodere Lids (dalam Bradbury: 1987) adalah seorang ahli psikoanalisis yang pertama kali menulis suatu laporan mendetil tentang perkembangan manusia selama hidupnya dalam laporan tersebut diilustrasikan:“prosesnya tidak seperti mendaki sebuah bukit dan turun lewat sisinya, melainkan lebih mirip suatu ekspedisi pendakian gunung Himalaya yang mengharuskan orang mendirikan kemah pada ketinggian yang berbeda-beda, mencari pemandu, menjelajahi daerah yang dilalui, menguasai keterampilan dan beristirahat sebelum pendakian berIkutnya……Turunnya pun dilakukan secara bertahap”


Begitulah pendapat Lidz ketika ia berbicara tentang jalannya perkembangan kehidupan, ia menggambarkan bagaimana orang tumbuh dari bayi merah menjadi orang dewasa dan kemudian secara berangsur kuncup kembali menuju kematian.


Pada abad keenam sebelum masehi juga muncul filsafat cina yang menulis suatu skema dalam menekankan perkembangan psikologi selama masa dewasa. “ pada umur 15 tahun, saya bertekad untuk belajar” demikian ajaran Kung Fu-tse. “pada umur 30 tahun saya telah menginjakan kaki dengan mantap di tanah. Pada umur 40 tahun saya tidak lagi mengalami kebingungan. Pada umur 50, saya mengetahui perintah-perintah dari surga. Pada umur 60, saya mendengar perintah-perintah itu dengan sikap menurut. Pada umur 70, saya dapat mengikuti suara hati itu sendiri; ini disebabkan karena apa yang saya inginkan tidak lagi melampaui batas kebenaran”.


Diantara daur kehidupan perkembangan, yang paling populer adalah yang diberikan oleh Shakespeare dalam as you like it. John Clause menganalisisnya dengan mengingat pandangan yang berlaku pada waktu itu tentang jangka waktu hidup manusia: dari tujuh daur kehidupan yang dipaparkan Shakespeare, dua tahap pertama dan tahap yang terakhir sangat erat kaitannya dengan umur. Mula-mula tahap bayi yang, ngompol dan muntah-muntah dalam timangan, lalu tahap anak sekolah yang merengek-rengek, dan pada ujung yang lain tahap keenam ketika orang mengenakan celana panjang yang ketat dan licin, dengan kacamata dihidung serta kantung disisinya. Dan kemudian tahap terakhir tahap masa kekanak-kanakan kedua dan masa dilupakan. Ketiga tahap yang lain sebenarnya adalah peranan dalam masyarakat seperti pencinta, prajurit dan hakim yang berhubungan erat dengan umur, terutama jika orang memandang tiap peranan itu sebagai semacam tipe ideal.


Romeo, sang pencinta dalam sandiwara Shakespeare, jelas-jelas orang remaja. Sang prajurit “ penuh sumpah aneh-aneh” adalah pria muda dewasa tanpa tanding. Dan ahli hukum sering baru bisa menjadi hakim setelah ia memperoleh kearifan serta perut gendut setengah baya. Menurut Claussen, ketujuh tahap umur Shakespeare adalah pernyataan dramatis tentang kenyataan bahwa orang berubah dengan amat menyolok dari tahap umur yang satu keumur yang lain dalam gambaran yang mereka bangkitkan dan dalam pribadi yang mereka tampilkan pada dunia.


Ternyata daur kehidupan yang diungkapkan oleh para ahli psikologi, tidak hanya pada daur kehidupan kelahiran sampai pada kematian. Kini para peneliti melakukan penelitian secara mendetil tentang daur kehidupan.


Diantara usaha-usaha tersebut adalah melakukan penelitian terhadap perkembangan anak dari remaja sampai dewasa.
Untuk penelitian tentang perkembangan anak mengenai aktivitas anak dan perkembangan kecerdasannya, adalah Erik Erikson yang lahir di Denmark adalah pengamat Freud yang kemudian melangkainya. Menurut Erikson (dalam Bradbury:1987,hal. 15) masa kanak-kanak terdiri dari empat tahap yaitu:

  1. Tahap harus memilih antara percaya dan tidak percaya; 
  2. Antara berdikari dan bimbang; 
  3. Antara inisiatif dan rasa bersalah; 
  4. Antara ketekunan dan perasaan rendah diri;
Apakah pada setiap akhir setiap tahap itu yang menang unsur positif atau unsur negatifnya? Sangat bergantung pada hubungan si anak dengan tokoh-tokoh penting dalam hidupnya, orang, guru, kakak dan kawan-kawanya. Jika tokoh-tokoh itu memberikan alasan kepada anak untuk mempercayai dunia, untuk percaya kepada diri sendiri, untuk melakukan kegiatan baru dan membuat serta melakukan hal-hal praktis, maka ia akan mengembangkan keutamaan harapan, kemauan, tekad serta kemampuan.

Ahli lain yang juga berpengaruh sesudah Freud adalah Jean Piaget. Teori-teoi yang dikemukakannya disimpulkannya atas dasar penelitian yang sangat cermat terhadap anak-anak lebih dari 40 tahun. Dia telah menulis 30 buku dan ratusan artikel-artikel di berbagai penerbitan. Menurut Piaget disamping faktor umur ada faktor lain yang sangat penting dalam perkembangan kognitif anak yaitu adanya pengalaman kongkrit atau kontak langsung si anak dengan objek-objek di sekitarnya, serta hubungan antara keduanya. Pengalaman-pengalaman ini merupakan makanan bagi pertumbuhan jiwa.


Responses

0 Respones to "Psikologi Perkembangan Anak"

Poskan Komentar

Return to top of page Copyright © 2011 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors